Jumat, 15 Juni 2012

everlasting love

sekarang, aku akan menceritakan tentang sebuah kisah cinta yang romantis. ini tentang aku dan dia. pia dan hilal. aku sangat menyayangi dia. sangat :) dan aku tidak tahu apakah aku bisa menjalani hari-hariku tanpa dia. dia adalah penyemangatku, penerang disaat gelap dan dewa penolong. bagiku, dia teramat sangat sempurna. dimataku tidak ada yang dapat menggantikan dirinya. begitulah aku mencintai seorang lelaki bernama Hilal :) begitulah caraku menyayanginya, mengasihinya, memperhatikannya dan membahagiakannya. aku melakukan yang terbaik untuknya, semampuku memberikan yang terbaik. aku tahu semua tentang dirinya. aku tahu apa makanan kesukaannya dan apa yang bisa membuat dia tersenyum. aku suka senyumnya. aku suka tawa renyahnya. tapi yang paling aku suka adalah mata dan bibirnya. bagiku dia sangat sempurna. cintaku padanya utuh, sayangku padanya penuh.

aku bahagia ketika bersamanya. hari-hariku baru terasa lengkap jika ada dia disampingku. aku dan dia melakukan setiap kegiatan bersama-sama. setiap hari, bersama :)

dan saat ini, ketika dia harus pergi dan kita hanya punya waktu sabtu dan minggu untuk bertemu, kami mencoba untuk kuat. karena kami tau, cinta kami bukan hanya sebatas LDR yang hanya berisi omong kosong dan pengkhianatan. kebanyakan dari LDR berujung pahit. tapi ini bukan LDR, akupun juga tidak tahu apa namanya. agak susah untuk dijelaskan. hanya mampu dirasakan.

dan ketika rasa kangen itu datang, aku mencoba melawannya. aku berusaha sekuat tenaga untuk tidak terhanyut dan tenggelam bersama rasa itu. aku kangen dia. dan perasaan kangen itu jahat. aku sayang dia, aku ingin cepat bertemu dengannya. aku ingin setiap hari adalah sabtu dan minggu. tapi aku sadar, aku hanya bisa menjalani apa yang sudah menjadi takdir. ini hanya sedikit cobaan untuk sebuah hubungan yang memiliki rasa kasih sayang dan cinta yang teramat besar.

aku merindukan saat-saat bertemu dengannya setiap hari dan memeluknya seakan tak ada yang bisa memisahkan kami. aku juga merindukan hangatnya genggaman tangannya dan tatapan penuh kasihnya padaku. aku merindukan saat-saat tertawa berdua yang lebih lama dari hanya sabtu dan minggu. aku menginginkan semuanya kembali dalam keadaan normal. aku suka sabtu dan minggu. aku benci senin sampai jumat.










God.. restore everything like it used to be. I want everything back to normal as it was still intact when happiness belongs to both of us. I missed those moments, God.. fill my supplication..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar